Rabu, 09 November 2016

Kamu Seorang Istri ? Rayulah Suami mu, Jangan Memerintahnya !

Hasil gambar untuk suami istri
foto ilustrasi

Teruntuk teman2ku yang sudah menjadi istri, yang sudah menikah lama ataupun baru menikah, juga untuk si lajang yang sedang bersiap  menjadi calon istri. Judul diatas adalah gubahan dari judul “Memerintah Istri, Mempengaruhi Suami” yang saya kutip dari sebuah Majalah Aitam edisi 13, hal.28-29. Saat membuka halaman per halaman, mata langsung tertuju pada judul yang menarik itu. Awalnya saya tidak paham maksud judulnya, tapi dengan membaca tagline nya saya jadi ingin membacanya,


“Laki-laki itu sulit membujuk istri untuk mengubah keyakinan atau keinginan tertentu, karena itu pendekatannya bukan lagi bujukan, melainkan otoritas perintah atau larangan. Sebaliknya istri mudah membujuk suami merubah pendapat atau keyakinannya, namun akan mengalami kesulitan jika menggunakan nada perintah atau larangan.”

Karakter wanita adalah jiwa yang lembut, ingin disayang, dan didengarkan. Namun pada saat yang sama, wanita ingin melihat karakter laki-laki sebagai seorang yang tegas, tidak plin-plan. Wanita akan tunduk pada laki-laki yang romantis namun tegas berwibawa.
Hasil gambar untuk suami istri tengkar
foto ilustrasi


Bagi wanita, zakat mall lebih menyilaukan mata daripada Zakat Mal, apalagi saat hujan diskon. Disini, peran laki-laki diperlukan sebagai pemimpin rumah tangga, menimbang-nimbang mana barang yang benar-benar dibutuhkan bukan sekedar luapan sesaat. Laki-laki harus tegas dalam hal ini, dan tidak bisa hanya dengan membujuknya. Yang harus dilakukan suami adalah bertindak tegas dengan mengatakan “Tidak !”. Dan resikonya mungkin istri anda akan cemberut.

Di suatu hari, saat menyadari kesalahannya, si Istri akan berterimakasih pada suami yang tegas atas larangannya tempo hari. Bahwa keinginannya bukanlah suatu kebutuhan, melainkan keinginan sesaat. Istri akan merasa punya sandaran jika suami bisa bersikap tegas terhadap hal-hal yang kurang baik bahkan  buruk yang dilakukan istri.

Namun jika suami selalu mengiyakan kemauan istri, biasanya si wanita merasa tidak punya sandaran dan pegangan, wanita merasa tidak punya pemimpin yang memerintahnya dan melarangnya melakukan sesuatu. Dan dampaknya ia bisa melakukan apapun semaunya. Allah mengisyaratkan dalam Qur’an An-Nisa 34, “Wanita-wanita yag kamu khawatir penyimpangannya (nusyuz) maka nasehatilah mereka.”

Jika ada istri yang nusyuz dalam rumah tangga, maka jalan nasehat diutamakan bukan bujuk rayu. Nasehat adalah ungkapan dari yang lebih tinggi derajatnya ke lebih rendah derajatnya. Dan Nasehat ini tidak boleh dilakukan istri ke suami. Bagaimana jika suami yanng nusyuz ? maka yang harus dilakukan istri adalah mengambil jalan damai. Yaitu dengan menyuguhkan layanan terbaik kemudian mengajaknya bicara.

Karakter laki-laki ingin dihormati dan pantang direndahkan oleh wanita. Dia ingin ditinggikan dan diistimewakan wanita. Karena karakter inilah laki-laki diberi amanah oleh Allah untuk memimpin rumah tangga. Jadi bukan yang tinggi atau rendah jabatan, pangkat, kelulusannya, atau pendapatannya. Laki-laki sangat senang jika nasehatnya diikuti istrinya. Namun kelemahan laki-laki ada pada bujuk rayu wanita.

Jika suami telah membuat keputusan dan istri tidak setuju, janganlah memperlihatkannya dalam bentuk kata-kata secara langsung apalagi dengan kata perintah atau larangan. Misal suami ingin Lebaran di kota sendiri, sedangkan istri juga ingin Lebaran di kampung halamannya, lalu istri mengatakan “ Tidak ! Lebaran di rumah ibu lebih baik karena aq jarang bertemu ibu. Pokoknya kita harus pulang kampung !!”. Kata-kata itulah yang mengundang pertengkaran di rumah. Istri tidak bisa menggunakan otoritas perintah untuk menekan suami mengubah keputusannya. Yang dilakukan istri sudah dijelaskan diatas yakni dengan menyuguhkan layanan terbaik kemudian mengajaknya bicara. Tidak boleh menggunakan cara nasehat kepada suami. Betapa sering kita lihat pertengkaran keluarga sering terjadi karena istri menggunakan otoritas perintah atau nasehat.

Demikianlah semoga apa yang saya tulis dapat bemanfaat bagi orang banyak. Dan meminimalisir KDRT. Tidak ada yang disalahkan, diri sendiri wajib instropeksi agar kemungkinan buruk tidak terjadi di kehidupan kita nantinya.

Waallahua’lam Bishawwab.
Hasil gambar untuk suami istri bicara
foto ilustrasi

Daftar Pustaka :  
Oleh Adhan Sanusi Lc, Diambil Dari Majalah Al-Falah Malang Edisi September 2014, Majalah Aitam Edisi 13.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar