Sabtu, 26 November 2016

Hai Lovers : Baca Nih, 5 Renungan Saat Jatuh Cinta.


Jatuh karena cinta itu sakit, yang indah hanya Cinta saja. Kata-kata itu sering aku dengar dari candaan beberapa teman di medsos. Memang jatuh cinta kepada makhluk Allah berjenis manusia ini sering membuat beberapa orang jadi lupa daratan, lupa handai taulan, buta sikap dan sifat, dan melenakan. Sebabnya  karena cinta yang tanpa didasari atas nama Tuhan, sehingga penempatan dan tujuan jatuh cinta itu sendiri tidak pas.
Fikiran jadi stress , tak karuan dan bimbang sering melanda dalam hal percintaan. Yang muda yang tua tanpa pandang usia semua merasakannya. Letter-U akan mencatatkan beberapa renungan untuk menghadapi virus cinta ini. Entah itu untuk yang telah menggenggam cinta, sedang meraih cinta, atau cintanya masih dalam angan-angan...
1. Apa tujuanku mencintainya ?


Hasil gambar untuk cinta
foto ilustrasi

Setiap apapun yang dilakukan makhluk hidup di dunia ini pasti memiliki tujuan. Bahkan benda mati seperti meja dan kursi ada tujuannya saat dibuat.
Bagitupun manusia yang notabene adalah makhluk yang diberi akal dan perasaan oleh Allah. Saat ada sebersit perasaan masuk, ia akan langsung berfikir apa aku bisa memilikinya ? bagaimana cara memilikinya ? tanpa berfikir tujuan hidup bersamanya. Sehingga terkadang ditengah-tengah hubungan, keretakan sering terjadi. Yang akhirnya menyebabkan kandas dan tidak berujung.
Ayo teman....kamu harus memikirkan tujuan hidupmu saat ingin merajut kasih ( menikah ) bersamanya. Tentukan arah hidupmu, untuk jangka waktu seumur hidup.

2. Aku harus tau asal usulnya.



foto ilustrasi by
lh3.googleusercontent.com

Proses adanya manusia pasti ada pangkalnya. Setiap kelahiran pasti ada ibu yang mengandung dan ayah yang membuahi. Tidak serta merta ia lahir dengan sendirinya. Untuk itu, tanyakan asal usulnya, berkenalan-lah dengan kerabatnya dan juga sahabat-sahabatnya, kenali lingkungannya, karena lingkungan mempengaruhi karakter seseorang.
Kamu bisa memulai untuk berkenalan dengan teman-teman dekatnya, masuk ke dalam pergaulannya. Mengenali saudara-saudaranya, apa dia punya kakak? Adik? Sepupu? Dll. Membaur bersama mereka akan mendekatkan pula hubunganmu dengan dia.
Tapi, jika dia menutupi asal usulnya kamu bisa menilai bahwa dia belum serius terhadapmu.

3. Welcome to my Family


Gambar terkait
foto ilustrasi by thinktank 2016 06 26

Keluarga adalah pondasi terkuat dalam rumah tangga. Dukungan dari sanak saudara adalah hal penting yang tidak dapat disepelekan. Karena jika kita ada masalahpun sangkut pautnya ada pada keluarga.
Termasuk saat kau ingin merajut kasih. Tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Izin dan restu dari keluarga diperlukan, sebagaimana Allah meridhoi jika orangtua berkata “iya”. Jika ingin cintamu berjalan langgeng, bawalah ia kedalam keluargamu. Kenalkanlah sebagaimana mestinya.
Tapi, kadang ada beberapa orang tua yang melarang untuk jatuh cinta karena beberapa alasan. Jangan sekali-kali backstreet, senangnya hanya beberapa saat - ruginya seumur hidup. Kenalkan ia lewat jalur keluarga yang lain, jika kamu benar-benar serius terhadapnya. Mintalah dukungan dan penilaian dari mereka, apakah si dia memang pantas untuk kamu perjuangkan atau tidak.


4. Kelemahanmu adalah kekuatanku.
Hasil gambar untuk gandeng tangan
foto ilustrasi

Tak ada manusia yang sempurna. Allah menciptakan manusia ada kelebihan dan kekurangannya, sebab itulah belahan jiwa disatukan agar saling melengkapi dalam menjalani tujuan hidup.
Jika kau miliki kelemahan dalam dirimu, cinta bisa membuatmu bangkit. Jika memang bangkit itu sulit, maka ia akan jadi penopangmu, jika ia tidak sanggup menopang, maka berdua akan melakukannya bersama. Begitulah seharusnya cinta, 1 tujuan saling berbagi, saling menolong dalam kesulitan dan sama-sama tertawa dalam bahagia.
Apabila ia pergi saat tau kelemahanmu, biarkan ia pergi - temukan orang yang bisa ! dan cintai seseorang yang datang itu dengan ketulusan.

5. Masalah, apa aku kuat mengahadapinya ?
Hasil gambar untuk masalah
foto ilustrasi by GMPJ Consulting


Saat ingin memulai cinta, yang ada di fikiran hanya untuk memiliki. Setelah memiliki terkadang banyak masalah silih berganti dan akhirnya bingung untuk menyelesaikannya. Cek, darimana masalah itu muncul dan selesaikanlah dengan baik. Jika kamu dan si dia masih bertahan dalam cinta, selesaikanlah, minta maaf, dan tidak mengulanginya lagi.
Jika memang ia tak bisa bertahan, maka lepaskanlah. Karena cinta dalam tekanan hanya menimbulkan kelelahan.

     Serahkan semua pada Tuhan yang memiliki Cinta yang tak terhitung. Dia yang menemukanmu dengannya, Dia pula yang memisahkanmu dengannya. Jangan salahkan Tuhan, tapi renungkanlah caramu mencintai makhlukNya. Apakah sudah benar, atau hanya untuk kesenangan semata ?
Hasil gambar untuk soulmate
foto ilustrasi
 



sumber : Inspirasi Diri

Aku Si Merpati


Aku ibarat seekor burung merpati
Yang mengajakmu terbang mengitari isi bumi
Kita bercanda di langit yang tinggi
Melihat pemandangan yang indah tak terganti
Tanpa sadar kita telah terbang tinggi membumbung
Kau diam, namun ku tetap terbang
Sampai lapisan langit terakhir kutembusi
Sesak, dingin, gemetar aku disini
Aku ingin kembali, bertemu kamu dan dataran bumi
Tubuhku terkoyak sebagian, menembus lapisan bumi
Rasa panas dan pasrah kujalani
Lalu Terjatuh..
.....................................................................................
......................................................................    
......................................................
.....................................
...........................
..............
......
..
Aku,
Aku adalah merpati
Yang masih ingin terbang seperti yang lain
Terbang dengan wajar, mengitari isi bumi.

Hasil gambar untuk burung merpati terbang
 foto ilustrasi

Rabu, 09 November 2016

Kamu Seorang Istri ? Rayulah Suami mu, Jangan Memerintahnya !

Hasil gambar untuk suami istri
foto ilustrasi

Teruntuk teman2ku yang sudah menjadi istri, yang sudah menikah lama ataupun baru menikah, juga untuk si lajang yang sedang bersiap  menjadi calon istri. Judul diatas adalah gubahan dari judul “Memerintah Istri, Mempengaruhi Suami” yang saya kutip dari sebuah Majalah Aitam edisi 13, hal.28-29. Saat membuka halaman per halaman, mata langsung tertuju pada judul yang menarik itu. Awalnya saya tidak paham maksud judulnya, tapi dengan membaca tagline nya saya jadi ingin membacanya,


“Laki-laki itu sulit membujuk istri untuk mengubah keyakinan atau keinginan tertentu, karena itu pendekatannya bukan lagi bujukan, melainkan otoritas perintah atau larangan. Sebaliknya istri mudah membujuk suami merubah pendapat atau keyakinannya, namun akan mengalami kesulitan jika menggunakan nada perintah atau larangan.”

Karakter wanita adalah jiwa yang lembut, ingin disayang, dan didengarkan. Namun pada saat yang sama, wanita ingin melihat karakter laki-laki sebagai seorang yang tegas, tidak plin-plan. Wanita akan tunduk pada laki-laki yang romantis namun tegas berwibawa.
Hasil gambar untuk suami istri tengkar
foto ilustrasi


Bagi wanita, zakat mall lebih menyilaukan mata daripada Zakat Mal, apalagi saat hujan diskon. Disini, peran laki-laki diperlukan sebagai pemimpin rumah tangga, menimbang-nimbang mana barang yang benar-benar dibutuhkan bukan sekedar luapan sesaat. Laki-laki harus tegas dalam hal ini, dan tidak bisa hanya dengan membujuknya. Yang harus dilakukan suami adalah bertindak tegas dengan mengatakan “Tidak !”. Dan resikonya mungkin istri anda akan cemberut.

Di suatu hari, saat menyadari kesalahannya, si Istri akan berterimakasih pada suami yang tegas atas larangannya tempo hari. Bahwa keinginannya bukanlah suatu kebutuhan, melainkan keinginan sesaat. Istri akan merasa punya sandaran jika suami bisa bersikap tegas terhadap hal-hal yang kurang baik bahkan  buruk yang dilakukan istri.

Namun jika suami selalu mengiyakan kemauan istri, biasanya si wanita merasa tidak punya sandaran dan pegangan, wanita merasa tidak punya pemimpin yang memerintahnya dan melarangnya melakukan sesuatu. Dan dampaknya ia bisa melakukan apapun semaunya. Allah mengisyaratkan dalam Qur’an An-Nisa 34, “Wanita-wanita yag kamu khawatir penyimpangannya (nusyuz) maka nasehatilah mereka.”

Jika ada istri yang nusyuz dalam rumah tangga, maka jalan nasehat diutamakan bukan bujuk rayu. Nasehat adalah ungkapan dari yang lebih tinggi derajatnya ke lebih rendah derajatnya. Dan Nasehat ini tidak boleh dilakukan istri ke suami. Bagaimana jika suami yanng nusyuz ? maka yang harus dilakukan istri adalah mengambil jalan damai. Yaitu dengan menyuguhkan layanan terbaik kemudian mengajaknya bicara.

Karakter laki-laki ingin dihormati dan pantang direndahkan oleh wanita. Dia ingin ditinggikan dan diistimewakan wanita. Karena karakter inilah laki-laki diberi amanah oleh Allah untuk memimpin rumah tangga. Jadi bukan yang tinggi atau rendah jabatan, pangkat, kelulusannya, atau pendapatannya. Laki-laki sangat senang jika nasehatnya diikuti istrinya. Namun kelemahan laki-laki ada pada bujuk rayu wanita.

Jika suami telah membuat keputusan dan istri tidak setuju, janganlah memperlihatkannya dalam bentuk kata-kata secara langsung apalagi dengan kata perintah atau larangan. Misal suami ingin Lebaran di kota sendiri, sedangkan istri juga ingin Lebaran di kampung halamannya, lalu istri mengatakan “ Tidak ! Lebaran di rumah ibu lebih baik karena aq jarang bertemu ibu. Pokoknya kita harus pulang kampung !!”. Kata-kata itulah yang mengundang pertengkaran di rumah. Istri tidak bisa menggunakan otoritas perintah untuk menekan suami mengubah keputusannya. Yang dilakukan istri sudah dijelaskan diatas yakni dengan menyuguhkan layanan terbaik kemudian mengajaknya bicara. Tidak boleh menggunakan cara nasehat kepada suami. Betapa sering kita lihat pertengkaran keluarga sering terjadi karena istri menggunakan otoritas perintah atau nasehat.

Demikianlah semoga apa yang saya tulis dapat bemanfaat bagi orang banyak. Dan meminimalisir KDRT. Tidak ada yang disalahkan, diri sendiri wajib instropeksi agar kemungkinan buruk tidak terjadi di kehidupan kita nantinya.

Waallahua’lam Bishawwab.
Hasil gambar untuk suami istri bicara
foto ilustrasi

Daftar Pustaka :  
Oleh Adhan Sanusi Lc, Diambil Dari Majalah Al-Falah Malang Edisi September 2014, Majalah Aitam Edisi 13.