Jatuh karena
cinta itu sakit, yang indah hanya Cinta saja. Kata-kata itu sering aku dengar
dari candaan beberapa teman di medsos. Memang jatuh cinta kepada makhluk Allah
berjenis manusia ini sering membuat beberapa orang jadi lupa daratan, lupa
handai taulan, buta sikap dan sifat, dan melenakan. Sebabnya karena cinta yang tanpa didasari atas nama
Tuhan, sehingga penempatan dan tujuan jatuh cinta itu sendiri tidak pas.
Fikiran jadi stress
, tak karuan dan bimbang sering melanda dalam hal percintaan. Yang muda yang
tua tanpa pandang usia semua merasakannya. Letter-U akan mencatatkan beberapa
renungan untuk menghadapi virus cinta ini. Entah itu untuk yang telah
menggenggam cinta, sedang meraih cinta, atau cintanya masih dalam
angan-angan...
Setiap apapun yang dilakukan makhluk hidup di dunia
ini pasti memiliki tujuan. Bahkan benda mati seperti meja dan kursi ada
tujuannya saat dibuat.
Bagitupun manusia yang notabene adalah makhluk yang
diberi akal dan perasaan oleh Allah. Saat ada sebersit perasaan masuk, ia akan
langsung berfikir apa aku bisa memilikinya ? bagaimana cara memilikinya ? tanpa
berfikir tujuan hidup bersamanya. Sehingga terkadang ditengah-tengah hubungan,
keretakan sering terjadi. Yang akhirnya menyebabkan kandas dan tidak berujung.
Ayo teman....kamu harus memikirkan tujuan hidupmu saat
ingin merajut kasih ( menikah ) bersamanya. Tentukan arah hidupmu, untuk jangka
waktu seumur hidup.
Proses adanya manusia pasti ada pangkalnya. Setiap
kelahiran pasti ada ibu yang mengandung dan ayah yang membuahi. Tidak serta
merta ia lahir dengan sendirinya. Untuk itu, tanyakan asal usulnya,
berkenalan-lah dengan kerabatnya dan juga sahabat-sahabatnya, kenali
lingkungannya, karena lingkungan mempengaruhi karakter seseorang.
Kamu bisa memulai untuk berkenalan dengan teman-teman
dekatnya, masuk ke dalam pergaulannya. Mengenali saudara-saudaranya, apa dia
punya kakak? Adik? Sepupu? Dll. Membaur bersama mereka akan mendekatkan pula
hubunganmu dengan dia.
Tapi, jika dia menutupi asal usulnya kamu bisa menilai
bahwa dia belum serius terhadapmu.
Keluarga adalah pondasi terkuat dalam rumah tangga.
Dukungan dari sanak saudara adalah hal penting yang tidak dapat disepelekan.
Karena jika kita ada masalahpun sangkut pautnya ada pada keluarga.
Termasuk saat kau ingin merajut kasih. Tidak bisa
berjalan dengan sendirinya. Izin dan restu dari keluarga diperlukan,
sebagaimana Allah meridhoi jika orangtua berkata “iya”. Jika ingin cintamu
berjalan langgeng, bawalah ia kedalam keluargamu. Kenalkanlah sebagaimana
mestinya.
Tapi, kadang ada beberapa orang tua yang melarang
untuk jatuh cinta karena beberapa alasan. Jangan sekali-kali backstreet,
senangnya hanya beberapa saat - ruginya seumur hidup. Kenalkan ia lewat jalur
keluarga yang lain, jika kamu benar-benar serius terhadapnya. Mintalah dukungan
dan penilaian dari mereka, apakah si dia memang pantas untuk kamu perjuangkan
atau tidak.
Tak ada manusia yang sempurna. Allah menciptakan
manusia ada kelebihan dan kekurangannya, sebab itulah belahan jiwa disatukan
agar saling melengkapi dalam menjalani tujuan hidup.
Jika kau miliki kelemahan dalam dirimu, cinta bisa
membuatmu bangkit. Jika memang bangkit itu sulit, maka ia akan jadi penopangmu,
jika ia tidak sanggup menopang, maka berdua akan melakukannya bersama.
Begitulah seharusnya cinta, 1 tujuan saling berbagi, saling menolong dalam
kesulitan dan sama-sama tertawa dalam bahagia.
Apabila ia pergi saat tau kelemahanmu, biarkan ia
pergi - temukan orang yang bisa ! dan cintai seseorang yang datang itu dengan
ketulusan.
Saat ingin memulai cinta, yang ada di fikiran hanya
untuk memiliki. Setelah memiliki terkadang banyak masalah silih berganti dan
akhirnya bingung untuk menyelesaikannya. Cek, darimana masalah itu muncul dan
selesaikanlah dengan baik. Jika kamu dan si dia masih bertahan dalam cinta, selesaikanlah,
minta maaf, dan tidak mengulanginya lagi.
Jika memang ia tak bisa bertahan, maka lepaskanlah.
Karena cinta dalam tekanan hanya menimbulkan kelelahan.
Serahkan semua pada Tuhan yang memiliki
Cinta yang tak terhitung. Dia yang menemukanmu dengannya, Dia pula yang
memisahkanmu dengannya. Jangan salahkan Tuhan, tapi renungkanlah caramu
mencintai makhlukNya. Apakah sudah benar, atau hanya untuk kesenangan semata ?
![]() |
| foto ilustrasi |
sumber : Inspirasi Diri






Berasa ngaca diri sendiri, wkwkwk
BalasHapus