Judul diatas rasanya menohok banget ya... buat para mahasiswa semester akhir yang hendak meng-khatam-kan studi nya untuk ambil gelar sarjana. Buat apa sih sebuah gelar, apalah arti sebuah gelar ? Biasanya pertanyaan itu ada di dalam benak mereka yang fifty-fifty antara lanjut atau putus. Bahasa alaynya adalah Galau.
Bagi kebanyakan orang, sebuah Gelar dalam Universitas merupakan :
- Hasil pencapaian mereka selama belajar di Universitas. Gak kebayang dong, udah 4 taon kuliah tapi gak dapet gelar, apalagi jika kuliah di Universitas kenamaan, ditunggu-tunggu gelarnya sama keluarga dan orang2 di kampung tuhh....
- Titik awal melaju ke tingkat selanjutnya. Nah, selesai kuliah biasanya merencanakan ingin kerja di sebuah perusahaan, atau sebagian dari mereka ada yang melanjutkan kuliah lagi. Apalagi, banyaknya perusahaan di jaman ini yang mensyaratkan pendidikan minimal S1 dalam kualifikasi pendaftarannya.
- Memperbaiki derajatnya dan keluarga. Saat masih kecil sering dibully miskin dan bodoh, atau direndahkan orang-orang di kampung? Nah, dengan adanya gelar S1 ini biasanya bully-an itu akan reda. Dan orang2 tidak lagi menganggap remeh.
- Sesuatu yang bisa dibanggakan. Yup, lulus dalam akademisi merupakan sebuah pencapaian yang bisa dibilang sukses dan membanggakan. Apalagi dalam hal asmara, hal ini bisa jadi poin plus lho...
- Sebagai bentuk Tanggung Jawab sebagai mahasiswa. Poin terakhir ini hanya sebagian kecil yang menganggapnya sebagai tanggung jawab menjadi siswa, yakni lulus !
Lalu bagaimana dengan nasib mahasiswa abadi ini ? apakah selamanya akan di-cap rendah atau jelek ? apakah mereka akan terkucilkan dalam pergaulan diantara teman-temannya yang telah lulus ? dan menghilang bagaikan butiran debu yang masuk ke dasar pasir pantai lalu tersapu ombak dan tergulung air lalu tenggelam ke dasar lautan, kemudian bertemu ratu laut dan jadilah Mermaid ,#lho?
Menjadi Mahasiswa Abadi bukanlah sebuah pilihan yang mudah. Dikarenakan ada beberapa sebab yang menjadikan dia memilih jalan itu. Mulai dari faktor Nilai ujian, Biaya kuliah, Mental saat skripsi, sampai kesibukan lainnya. Tak jarang mereka bisa tersenyum melihat kesuksesan orang lain tapi dalam hatinya menahan sayatan perih akan sebuah baju toga dan gulungan hitam. Patut diacungin jempol buat mereka karena bisa menyembunyikan kepiluan diatas kebahagiaan orang lain. :'( Kok seperti curcol yaa... Applouse !!!!
Oke guys...! Hidup akan menjadi benang kusut kalau yang difikirkan hanya masalah saja. Bukan hanya fikiran yang pusing tapi seluruh badan akan layu. Dan status abadi ini bukanlah suatu masalah yang rumit asalkan kita mampu menanggapinya dengan positif. Bagi mahasiswa abadi, kalian bisa lakukan ini agar tidak terpuruk :
- Banggakanlah titel Mahasiswa abadimu. Menjadi sesuatu yang abadi itu tidak semestinya buruk kok. Kita jadi merasa berada di dalam Universitas itu sepanjang hidup, dan tiap ada orang yang bertanya dijawab saja dengan wajar, "saya masih mahasiswa, kok" lalu senyum . Tapi, jangan lebai juga membanggakannya nanti bisa dikira tidak tahu diri. hehe...
- Teruslah memberi kabar di Social media bahwa kamu baik-baik saja. Di jaman era digital ini, semua orang lebih sering bertukar kabar lewat sosmed, daripada bertemu langsung. Pergunakanlah sosmed ini untuk memposting hal-hal yang bisa dibanggakan dan memberitahu ke teman-teman kuliahmu bahwa menjadi mahasiswa abadi itu bukan hal yang perlu dikasihani. Kamu masih bisa beraktifitas seperti biasanya dan berikap lebih Friendly.
- Membuka usaha mandiri, dan syukur2 bisa mempekerjakan orang. Diantara alasan seorang mahasiswa tidak melanjutkan kuliahnya adalah dia sudah lebih dulu sibuk berkarir. Tapi jika sudah terlanjur DO dan belum punya pekerjaan, hal ini bisa menjadi motivasi untuk bangkit. Menjadi seorang Enterpreneur adalah pilihan yang tepat. Daripada gelar S1 tapi belum bekerja, lebih baik buka usaha sendiri dan mempekerjakan para Sarjana itu ( dorongan untuk semangat ).
- Aktiflah dalam lingkungan dan gerakan sosial. Hal ini bisa membantu selain kita bisa berbuat baik untuk mereka yang membutuhkan, juga bisa menyibukkan diri agar tidak ada waktu untuk berpikir yang aneh-aneh. Berbaur dengan lingkungan kampung juga meningkatkan kepekaan sosial dan lebih dekat dengan warga. Mengikuti kerja bakti, Karang taruna adalah hal yang asyik lho...
- Alihkan pertanyaan mereka yang menjurus. Tidak sedikit dari mahasiswa abadi ini yang "trauma" jika mendengar pertanyaan seputar kelulusan. Agak repot ya, jika menghadapi lingkungan yang tidak peka dengan permasalahan yang dihadapi. Satu-satunya hal yang bisa menolong adalah diri kita sendiri. Jika ada pertanyaan yang menjurus, jawablah dengan sopan, jangan bohong dan jangan diam sambil senyum-senyum dikira orang gila, hehe.... Alternatif jawaban yang biasa digunakan adalah : "Sudah lulus dek?" - "Alhamdulillah, Om..." | "Bagaimana kuliahnya?" - " Doakan saja yang terbaik ya..." | "Sudah selesai belum kuliahnya?" - " Iya, sudah selesai kok..." ( dalam hati "Tapi belum lulus" ) | "Kapan wisuda dek?" - "Nanti Tante, setelah skripsi", dll - mungkin ada ide lainnya ? hehe... :p
Semua masalah tidaklah sulit jika dihadapi dengan hati yang lapang dan bisa melihat jauh pandangan ke depan. Karena sebenarnya sebuah masalah itu adalah suatu hal yang kita khawatirkan dari pandangan orang lain terhadap kita, sedangkan diri kita baik-baik saja. Percaya diri itu kunci utama, Fokus akan tujuan hidup itu selanjutnya. Jika fokus tujuan hidup A gagal, masih ada planing B, begitu seterusnya sampai jika alfabet Z habis, masih ada Z1, Z2, Z3, Z4 sampai Zenpon C #kaya merek hp ? :D
Buat para Alumnus (alumni belum lulus), selalu semangat dalam menjalani hidup. Masih banyak hal yang bisa dikerjakan selain harus meratap. Atau mungkin jika kalian belum terima akan kekalahan ini, perbaikilah diri dan mungkin bisa memulai kuliah lagi suatu saat nanti bersama suami/istri, dan anak cucu #tua banget sampe ada cucunya ?? :/
Dan untuk para Magal alias Mahasiswa Galauers yang masih ada kesempatan untuk melanjutkan pencapaian gelar sarjana, ayok gihh raih semampu kalian dengan usaha yang maksimal, gak usah malu jika sudah dianggap beruban di kampus oleh adek2 tingkat, berubah saja sejenak pakai muka tembok, hehe...
Jangan lupa berdoa disamping usaha kalian ya, karena Do'a tanpa Usaha = itu Bohong dan Usaha tanpa Do'a = itu Bohong !
Thanks for readin' my first blog :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar